Senin, 23 Juni 2014

Marhaban Ya Ramadhan

Shalat Jum’at sudah usai. Para jama’ah sudah meninggalkan masjid dan kembali dengan urusannya masing-masing. Saya dan beberapa jama’ah yang masih tersisa memutuskan untuk duduk-duduk di dalam masjid sambil mengobrol beberapa hal. Salah satu tema obrolan kami ketika itu adalah tentang petugas imam shalat tarawih di masjid ini. Pak Sofyan meminta saya untuk masuk ke dalam tim imam. Pak Saleh turut mengamini permintaan itu yang diikuti dengan anggukan kepala Pak Husni dan Pak Heri.

Ditodong seperti itu saya tak bisa tidak selain menerima permintaan tersebut meski dengan berat hati. Kami lalu berbincang-bincang tentang jadwal imam tarawih. Saya mengusulkan agar petugas imam yang ada dibagi menjadi beberapa shift, dimana per shift-nya berdurasi tiga hari, jadi setiap tiga hari imam tarawihnya bergantian. Saya meminta agar diberikan jadwal di tengah-tengah supaya bisa ikut dengan “ritme” yang biasa berlangsung di masjid ini, berhubung tiap masjid biasa punya ritme tarawihnya tersendiri. Usul saya disetujui. Obrolan kami lalu menukik ke soal lain, tak ketinggalan soal copras-capres dan juga piala dunia. Tapi saya tidak ingin menuliskan soal dua hal terakhir itu di sini, hehe..

Ramadhan tahun 2014 ini, insya Allah, akan menjadi Ramadhan  kali ke delapan saya selama di Luwuk. Kali pertama Ramadhan di kota ini adalah tahun 2007 silam dimana saya masih berstatus sebagai bujangan kala itu. Ramadhan kali ke dua saya jalani saat baru menikah. Ada banyak hal yang menjadi catatan selama ramadhan demi ramadhan itu berlalu dan saya abai untuk memaksimalkannya. Istri saya paham betul dengan soal ini dan berharap agar ia mau mendampingi saya untuk terlepas dari masa-masa sulit seperti sediakala. Saya tak berharap muluk-muluk, saya hanya ingin memaksimalkan setiap detik Ramadhan kali ini dengan hal-hal yang positif seraya memintaNya untuk membukakan pintu maaf bagi saya karena pengabaian yang telah lewat. Pengabaian yang membuat saya menyesal karenanya. Semoga niat baik ini tidak dinilai terlambat olehNya. Semoga umur ini disampaikannya ke gerbang Ramadhan yang makin lama semakin mendekat dan aroma harumnya yang terasa makin menyengat. Melalui tulisan ini, saya ingin mohon maaf atas segala salah, khilaf, dan alfa saya selama ini. Moga kita semua disampaikanNya ke dalam bulan yang mulia itu dan memaksimalkan segala amal ibadah kita selama berada di dalamnya. Marhaban ya syahru shiyam, marhaban ya ramadhan. [wahidnugroho.com]

Kilongan, Juni 2014

Maaf lahir batin
Reaksi:

0 celoteh:

Posting Komentar