Rumah

01.50.00


Sejauh-jauhnya kita bepergian, maka akan pulang ke rumah juga. Selama-lamanya kita berpelesir, maka ujung-ujungnya akan rindu dengan rumah juga. Senikmat-nikmatnya kita berwisata, maka kita akan tetap pulang ke rumah juga. Sesemangat-semangatnya kita berangkat ke sebuah tempat untuk melancong, maka tiket untuk pulang ke rumah pasti sudah direncanakan tanggal dan harinya. Tak ada pemergian tanpa kepulangan, sebagaimana matari yang setia kembali saat malam memeluk siang. Tak ada kehidupan tanpa kematian, sebagaimana kematian adalah stasiun kepulangan dari yang fana menuju keabadian.

Di rumah, kita akan merindukan aroma kamar kita yang apek. Baju yang berserakan tak karuan. Tumpukan buku yang tak kunjung selesai dibaca. Kaos kaki dan barang-barang kecil yang entah terselip dimana. Sepatu yang belum sempat dicuci. Piring dan gelas yang masih tergantung rapi, serta catatan berisi daftar belanja dan rencana menu esok hari.

Di rumahlah tempat kita mengingat dengan jelas posisi barang-barang yang telah menjadi keseharian kita. Buku berjudul ini ada di lemari baris ke sekian, buku berjudul itu ada di baris sekian dan sekian. Baju bermotif ini ada di keranjang berwarna sekian. Celana model itu belum tersetrika, jaket model ini masih ada di cucian.

Kita sangat hafal dengan setiap lekukannya. Kita mungkin hafal dengan jumlah lubang di dinding dan perkembangan jumlahnya. Kita mungkin paham benar dengan jadwal menyapu dan sudut-sudut tempat berkumpulnya debu. Kita pasti tahu persis dengan jadwal mengelap kaca jendela dan perabotan rumah lainnya.

Maka rumah adalah tempat kembalinya raga-raga yang lelah. Rumah adalah pesanggrahan tempat jiwa kita bertetirah. Di rumah ada orang-orang tercinta yang sentiasa merindukan kepulangan kita dari tempat yang jauh. Di rumah selalu ada yang menunggu kehadiran kita setelah bepergian ke tempat melempar sauh.

Jadi, omong-kosonglah mereka yang gemar bepergian namun tak rindu dengan rumah. Omong-kosonglah mereka yang merantau bertahunan tapi tak rindu dengan kampung halaman tempat dia lahir dan dibesarkan.

Rumah tempat kita bertumbuh dan menumbuhkan. Rumah tempat kita menyemai cinta dan membersamai perkembangannya dengan penuh perhatian. Bagiku, rumah adalah dirimu, hatimu, dan segala tentangmu. [wahidnugroho.com]


Kilongan, April 2013

Author fakta.id

Wahid Nugroho

Ini adalah blog pribadi. Semua yang tertulis di dalam blog ini adalah pendapat dan sikap saya secara pribadi dan tidak terkait dengan sikap dari instansi tempat saya bekerja.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 celoteh:

Write celoteh
masichang
AUTHOR
18 April 2013 12.55 delete

HOME is where the heart is....

ah selalu ingat dengan kata mutiara ini...

Reply
avatar