Alangkah

09.52.00
Seorang lelaki muda sedang berjalan di pinggir sebuah sawah bersama istrinya. Ketika itu langit mendung dan hujan sebentar lagi akan turun. Sebuah sepeda yang ditumpangi oleh seseorang melewati keduanya dengan perlahan.

Lelaki yang sedang berjalan itu membatin, “Alangkah enaknya punya sepeda seperti itu. Aku bisa mencapai tujuanku dengan lebih cepat ketimbang berjalan kaki dan bisa membonceng istriku di belakang”. Ketika sepeda yang melewatinya sudah hilang dari pandangan, hujan pun turun. Lelaki muda yang sedang berjalan kaki itu tetap melanjutkan perjalanannya di bawah hujan sambil menggerutu pelan dan menggandeng tangan istrinya.

Sementara itu si pengendara sepeda sesaat lagi akan sampai ke tempat yang ditujunya. Beberapa ratus meter sebelum sampai, sebuah sepeda motor melewatinya dengan kecepatan sedang. Saat melihat sepeda motor melewatinya si pengendara sepeda bergumam, “Alangkah enaknya punya motor seperti itu. Aku bisa berjalan jauh tanpa harus lelah mengayuh”.

Motor yang melewati si pengendara sepeda menambah kecepatannya. Mendung di langit semakin menebal. Tak beberapa lama, rinai hujan mulai turun membasahi bumi. ketika sedang memacu motornya, sebuah mobil melewatinya. “Alangkah enaknya bila aku punya mobil seperti itu. Bila hujan tidak kehujanan dan bila panas tidak kepanasan”, batin sang pengendara motor.

Mobil yang barusan lewat ditumpangi oleh dua orang: seorang supir dan sang majikan yang sedang asyik mengutak-atik layar tabletnya. Sang majikan adalah seorang eksekutif muda yang sibuk. Jadwal hariannya sangat padat hingga tak jarang ia tak lagi memiliki waktu untuk bersantai bersama anak dan istrinya. Sang majikan memandangi hujan yang turun dengan deras dari balik jendela berkaca-film itu. Pandangannya tertuju pada sepasang lelaki dan perempuan yang sedang berjalan kaki di tengah hujan deras. Sang majikan kemudian membatin, “Alangkah enaknya menjadi seperti orang itu, dia punya banyak waktu untuk berjalan sambil bergandengan tangan di tengah hujan deras seperti ini bersama kekasihnya”. [wahidnugroho.com]


Jurangmangu, Maret 2013


Author fakta.id

Wahid Nugroho

Ini adalah blog pribadi. Semua yang tertulis di dalam blog ini adalah pendapat dan sikap saya secara pribadi dan tidak terkait dengan sikap dari instansi tempat saya bekerja.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 celoteh:

Write celoteh
masichang
AUTHOR
9 Maret 2013 10.09 delete

rumput tetangga memang selalu lebih ijau gus, makanya sekali kali diajak kerja bakti biar sama hijaunya.

Reply
avatar