Wasiatku Kepada Kalian, Wahai Ikhwan

08.12.00
 
Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat.

Wahai Ikhwan yang terhormat, saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari Allah, yang baik dan diberkahi: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sebelum kita memulai kajian tentang Kitab Allah swt, saya ingin mengingatkan wahai Ikhwan, bahwa ketika menyampaikan kajian-kajian ini, kita tidak semata-mata bertujuan untuk memperoleh pemahaman dan melakukan analisis ilmiah. Tujuan kita adalah membimbing ruhani dan akal untuk memahami makna-makna umum yang disinggung dalam Kitabullah. Sehingga dari sini kita dapat memiliki sarana untuk memahami Al Qur’anul Karim, ketika kita membacanya. Dengan demikian, kita telak melaksanakan sunah tadabur, tadzakur, dan mengambil pelajaran sebagaimana disebutkan di dalam kitab Allah swt “Sesungguhnya Kami telah mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran itu?” (QS Al Qamar 32). “Ini sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu dengan penuh berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan orang-orang yang mempunyai pikiran mengambil pelajaran.” (QS Ahad 29).

Ikhwanku yang tercinta. Kajian-kajian tentang ayat-ayat Al Qur’an Al Karim yang hendak saya sampaikan ini, tidak saya maksudkan menghimpun secara lengkap dan luas aspek-aspek ilmiah dalam tema yang sedang kita bahas, tetapi saya sekedar ingin mengarahkan ruhani, hati, dan pikiran kepada maksud-maksud luhur yang dikehendaki oleh Kitab Allah swt, Al Qur’anul Karim, ketika mengemukakan suatu pengertian. Jika ini telah terwujud, wahai Akhi, maka di depan Anda dan di depan pembahas yang lain terbuka pintu yang lebar untuk mengadakan kajian dan analisa. Silakan mengkaji sekehendak Anda dan mempelajari sedetail-detailnya. Sungguh saya percaya, Ikhwan yang tercinta, saat-saat ketika kita berbahagia dengan perjumpaan kita semacam ini, tidak memberikan kesempatan yang leluasa kepada kita untuk mengadakan analisis ilmiah yang menguraikan tema pembahasan dari segala sisi.

Ikhwanku, satu-satunya tujuan kita dari kajian-kajian ini adalah agar kita merenungkan isi kitab Allah swt. Ia ibarat lautan yang kaya dengan mutiara. Dari sisi manapun Anda mendatanginya, Anda akan memperoleh kebaikan yang berlimpah ruah.

Karena itu, pembahasan kita berkisar pada tujuan-tujuan yang bersifat global dan umum, yang dikemukakan oleh ayat-ayat Al Qur’anul Karim. Ikhwan sekalian, marilah kita tolong-menolong untuk menyingkapnya. Alhamdulillah, tujuan-tujuan tersebut cukup jelas dan gamblang. Harapan kita, semoga masing-masing dari kita memperoleh kunci pemahaman Kitab Allah, untuk memahami ayat-ayatNya. Dengan demikian, ia dapat menggunakan kunci tersebut untuk berinteraksi langsung dengannya setiap kali ia memperoleh waktu luang dan setiap kali ia ingin menambah cahaya, faedah, dan manfaat yang ditimbanya dari Kitab ini.

Saya tidak mengklaim bahwa kajian-kajian ini merupakan puncak dari segala kajian, karena setiap kali manusia melakukan penjelajahan pikiran dan pandangan mereka terhadap kitab Allah swt, niscaya dia akan mendapati makna-maknanya ibarat gelombang laut yang tak pernah habis dan tidak bertepi. Karena Al Qur’an adalah firman Allah Yang Mahatinggi dan Mahabesar.

Pesan saya kepada kalian, wahai Ikhwan, hendaklah kalian menjalin hubungan dengan Al Qur’an setiap saat, supaya kalian mampu mendapatkan ilmu baru setiap kali berhubungan dengannya.

Ya Allah janganlah Engkau biarkan kami mengurus diri kami sendiri walau sekejap pum, atau lebih cepat dari itu, wahai Sebaik-baik Dzat Yang Maha Mengabulkan!

Hasan Al Banna
Author fakta.id

Wahid Nugroho

Ini adalah blog pribadi. Semua yang tertulis di dalam blog ini adalah pendapat dan sikap saya secara pribadi dan tidak terkait dengan sikap dari instansi tempat saya bekerja.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »