Di Penghujung Ramadhan

00.32.00
Bulan pucat menggantung di angkasa hitam pekat. Sinar lembutnya menggenang di permukaan teluk yang berkabut. Malam berjalan begitu lambat, ditemani angin yang dinginnya sangat. Para nelayan masih sibuk menjala rezekinya di tengah laut, meninggalkan malam yang semakin beranjak larut.

Ombak di lautan bergerak lamban menyapa sang pantai. Berbilang muda-mudi bercengkerama di tepiannya dengan santai. Sebongkah tawa dan seutas senyum menghiasi wajah belia mereka. Yang putri berbalut kerudung tak menutupi dahi, yang putra masih dengan kopiah di kepalanya.

Ramadhan berlalu oh tiada terasa, menuju penghujungnya yang sesaat lagi menyapa. Waktu berlalu tanpa membawa makna, amal, pahala apatah lagi ridhaNya. Tilawah dan dzikrullah makin hari berbilang jarang, sedang dosa yang menumpuk tak jua berkurang.

Aduh, ruginya diri ini, bila dosa khilaf tak diampuni. Bulan suci tak tentu kan datang lagi, menyapa hayat yang tak pasti kapan kan mati.
[wahidnugroho.blogspot.com]


Tanjung, Agustus 2011
Author fakta.id

Wahid Nugroho

Ini adalah blog pribadi. Semua yang tertulis di dalam blog ini adalah pendapat dan sikap saya secara pribadi dan tidak terkait dengan sikap dari instansi tempat saya bekerja.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »